The Amazing of 8th Weeks, October 5th, 2009.

5 Oktober 2009 sudah masuk minggu ke 9 dan diperkirakan si “Kaka” sudah berada di dalam rahim ibundanya selama 8 minggu. Ya kami biasa memanggil si calon bayi dengan “Kaka” dengan harapan akan ada yang lainnya setelah ini hikhikhikhik…., mudah-mudahan.

Tanggal tersebut si ‘Umi’ mengeluh sesek nafas sakit di ulu hati, terpaksa ijin dari kantor langsung meluncur ke Dokter Hartoyo kebetulan ada jadwal praktek pagi jam 11.00 WIB di salah satu rumah sakit di cikarang (jadwal dekat rumah jam 8.30 malam).

Mendapatkan antrian nomor 4 sukurlah tidak perlu banyak antrian, selang 30 menit kami pun dipanggil. ‘Say hello’, basa basi, ketawa ketiwi ala Pak Dokter (emang tuh dokter nyantai n ‘easy going’ humoris juga) si ‘Umi’ langsung menceritakan keluhanya, langsung saja Dokter Hartoyo mendiagnosa kalau si ‘Umi’ kena ‘Maag’ lalu di USG, Subhannallah Maha Suci Allah, Maha Besar… si ‘Kaka’ sudah berumur 8 minggu jalan ke 9. Sudah ada bakal kepala dan organ lainnya, juga diberitahu sudah ada denyut jantung. Saya terkesima, terharu.. begitu sempurna Allah menciptakannya..

Ya Allah Sehatkan dan Kuatkanlah si ‘Umi’ dan si ‘Kaka’ aaamiiinnn…

Subhanallah .. Berkah Ramadhan 1430 H Kami…

Diawal menunggu dengan tidak sabar sampai akhirnya pasrah, ikhtiar dan berserah diri kepada Allah SWT.

Tanggal 7 September 2009, berarti baru telat beberapa hari dari biasanya.. malam selepas Isya sepulang dari rumah Bapak di LA kami mampir membeli alat tes kehamilan yang ‘limaribuan’. Padahal saya sendiri kurang setuju, kok baru telat itungan hari dengan satu tangan sudah mau di tes, maklum takut kecewa dengan hasil yang didapat.

Sesampai dirumah dengan segera istri ke toilet dan bersibuk ria sendiri (hahahah pikir sendiri aja yah..) sedangkan saya langsung merebahkan diri di pulau kapuk. Tak berapa lama istri tergopoh gopoh menghampiri saya.. “Kok ada dua garis ya?? Tapi gak jelas nih garis yang satunya..??”… Aku mencoba melihat hasil testnya ..”iya.. buram..gak jelas..”.

Aku coba sms temen yang sudah berpengalaman dan dia bilang “Insya Allah Positif…” tapi dia bilang “kalau mau lebih akurat di test pagi hari pas pertama kali ke toilet (maaf yah kalau tidak berkenan…)..” “oooo gitu yah”… pikirku..

Saking tak sabarnya kami keluar rumah lagi untuk membeli alat tes kembali yang satu limaribuan dan yang satu lebih mahal padahal jam sudah menunjuk ke arah angka 10 malam. Yang lebih murah di coba saat itu juga dan hasilnya sama “Dua garis tapi masih buram…” dan yang satunya dicoba esok hari dan ternyata hasilnya juga sama.

Berharap cemas kami ke dokter tak jauh dari rumah dan ternyata setelah di periksa ke dokter kandungan kami (namanya dr. Hartoyo), istri positif  dan diperkirakan sudah berumur 3 minggu. Subhannallah haru campur bahagia rasanya, dibulan penuh berkah diberikan kepercayaan yang tak ternilai harganya.