Kalimalangku Sayang Kalimalangku Malang……

Rabu, 21 Oktober 2009;

Untuk menuju jalan raya, jalan dimana bus ke Jakarta lewat, dari kompleks rumahku ada dua cara untuk sampai kesana.Yang pertama lewat gerbang utama kompleks perumahan dan yang kedua lewat gerbang (yang ini baru) kearah Kali Malang.

Sudah lebih dari seminggu ini aku lewat opsi yang kedua yaitu menyusuri Kali Malang Cikarang dikarenakan sedang ada perbaikan jembatan dijalan raya utama tersebut, untuk menghindari kemacetan lebih jauh maka aku lewat Kali Malang.

Siang hari suasana sepanjang jalan Kali Malang biasa saja tapi jika menyusurinya saat lewat Maghrib menjelang malam.. maka aka nada pemandangan ”wanita agak nakal” berderet sepanjang jalan Kali Malang yang dilalui. Awal… biasa saja.. lama kelamaan… luar biasa… risih, deg degan dicampur ‘atuuutttt’ …. Ya Allah… Astagfirullah … Kalau malam kan sepi tuh.. aku naik motor sendiri ”Sieun aya anu lumpat… huuuupp…iiiiii”……

Berharap Ramadhan kemarin sudah bersih sampai seterusnya bersih, ternyata tidak juga. Bak ”sambal..”, hilang.. begitu ada kesempatan ”muncul lagi”, begitulah rupanya fenomena yang ada sejak jaman ”Zahiliyah” dahulu kala.

Berharap dan mendambakan Kali Malang di berdayakan agar lebih baik, ditata menjadi kawasan sungai yang menjadikan nilai lebih bagi penduduk sekitarnya dan siapapun yang melewatinya.

Ku Tunggu….

Advertisements

Taksi Express memang ‘Ajibbbb’….

Kamis, 8 oktober 2009 saya berangkat kerja, turun di Komdak Atas naik Taksi Express ke lokasi kerja saya di Sudirman. Pilihan taksi saya adalah Express atau Putra, selain tarif bawah juga masih kelompok taksi yang aman, enak dan nyaman, kalau sudah tidak ada mereka hmmm apa boleh buat ‘Blue Bird’ dinaiki juga.

Dalam perjalanan yang nyaman tersebut tak sengaja kunci motor saya terjatuh dari saku jas berlogo perusahaan, memang saku jasku terbilang ceper, biasanya setelah dari penitipan motor langsung aku simpan di tas… tapi kenapa hari itu aku malas membuka tas.

Tersadar ada yang kurang saat hendak pulang kantor, iya… kunci motorku tak ada…. dicari di laci, lantai, lemari bahkan toilet kantor tak ada. Berfikir lebih mendalam ‘dimanaaa yaahhh kira-kira…??’ hmmm… kemungkinan ada di Taksi Express tadi ????…

Secepat kilat aku telepon taksi langgananku tapi oooh god.. yang aku telepon bukan dari Taksi Express… tetapi dia kasih sms no customer service taksi yang ku inginkan “ini pak nomornya 2659000..” tapi ooooh god.. kok gak tersambung.. salah nomor…

’Ya Allah.. jika memang masih milikku jagalah…’ antara ikhtiar dan doa aku pulang naik Shuttle Bus Jababeka. Diperjalanan posisiku disamping jendela, sekilas… blizzzzsss…. ”ada sedan putih lewat..” gumamku. Jauh melayang pikiran ku ”bukannya ada nomor telepon dibelakang mobil taksinya…?” berharap ada yang lewat malah tak ada yang lewat… rghhhhhhh antara harap dan kesal menunggu ada yang lewat atau taksi yang tadi terjebak macet…

Akhirya bus berjalan lambat.. ”wah macet nih…” berharap bisa mendahului ”yessss…. ada di depan.. cepat…cepat …mendekat…!!!” sambil mengingat-ingat aku buka mata lebar-lebar ”..26509000 ”ooooo kurang ’nol’ rupanya…”…

Tanpa basa basi aku tekan nomor tersebut di ’tuts’ handphone…”Taksi Express layanan pelanggan … Selamat malam…”, ”Alhamdulillah tersambung..” ujarku. Aku ceritakan kronologisnya, dengan ramah si penjawab teleponku menjanjikan akan diumumkan via radio, lalu secepatnya menghubungi aku.

Sehabis ”Subuh”…..”kweeekkk.. kweeekkk.. kweeeekkk..” suara bebek dari handphone berbunyi, dengan perlahan tangan meraih handphone tertulis ’Taksi Express Center’… ”wah dari Express….” langsung saja aku jawab panggilan tersebut dan mengkonfirmasikan bahwa : kunci motor, STNK dan karcis parkir sudah diamankan di Pool Taksi Ekspress Tegal gede. Alhamdulillah…. masih milikku.. paginya langsung meluncur dan tak berapa lama barang sudah ada di tangan kembali…

Terimakasih Ya Allah, terimakasih Pak Sopir Express, terimakasih Taksi Express…..

Taksi Express memang ‘Ajibbbb’….

Hanya Cinta Sesaat…

Kekhawatiran ku terjawab

Pertanyaanku terkuak

Aku hanya fenomena

Tak banyak lagi aku di jalan

Tak banyak lagi aku di kendaraan

Tak banyak lagi aku di tempat

Tak banyak lagi aku …..

Dikala orang merebut, aku menarik

Dikala dikukuhkan, aku dielukan

Terbuai dalam gempita sehari

Tak minta lebih

Hanya sekali dalam seminggu

Tak minta untung

Banggakan aku di hari dalam seminggu itu

Aku diukur dalam satu hari kemarin

Aku menjulang di hari itu saja

Batikku senyap

Batikku lenyap, termakan ego sesaat…

Doa Untuk Anak Dalam Kandungan

Bismillahirrahmanirrahim

“Yaa Allah jagalah anakku selama berada dalam kandungan istriku dan sehatkanlah (sembuhkanlah) dia. Engkau adalah Dzat yang bisa menyehatkan (menyembuhkan). Tiada obat kecuali obat-Mu yang tidak akan membawa penyakit. Yaa Allah bentuklah dia dalam kandungan istriku dalam bentuk yang sempurna. Tetapkanlah keimanan dalam hatinya untuk tetap beriman kepada-Mu dan Rosul-Mu. Yaa Allah keluarkanlah dia dari kandungan istriku pada waktu istriku malahirkannya dengan mudah dan selamat. Yaa Allah jadikanlah dia orang yang sehat, sempurna, berakal cerdas, berilmu dan dapat mengamalkan ilmunya. Yaa Allah berilah dia umur  panjang, badan yang sehat, budi pekerti yang luhur, lisan yang fasih serta suara yang baik, guna membaca Al Quran dan Hadits dengan mendapat berkahnya Nabi Muhammad SAW. Segala puji bagi Allah yang menguasai alam semesta.”

Aaaamiiinnn..

The Amazing of 8th Weeks, October 5th, 2009.

5 Oktober 2009 sudah masuk minggu ke 9 dan diperkirakan si “Kaka” sudah berada di dalam rahim ibundanya selama 8 minggu. Ya kami biasa memanggil si calon bayi dengan “Kaka” dengan harapan akan ada yang lainnya setelah ini hikhikhikhik…., mudah-mudahan.

Tanggal tersebut si ‘Umi’ mengeluh sesek nafas sakit di ulu hati, terpaksa ijin dari kantor langsung meluncur ke Dokter Hartoyo kebetulan ada jadwal praktek pagi jam 11.00 WIB di salah satu rumah sakit di cikarang (jadwal dekat rumah jam 8.30 malam).

Mendapatkan antrian nomor 4 sukurlah tidak perlu banyak antrian, selang 30 menit kami pun dipanggil. ‘Say hello’, basa basi, ketawa ketiwi ala Pak Dokter (emang tuh dokter nyantai n ‘easy going’ humoris juga) si ‘Umi’ langsung menceritakan keluhanya, langsung saja Dokter Hartoyo mendiagnosa kalau si ‘Umi’ kena ‘Maag’ lalu di USG, Subhannallah Maha Suci Allah, Maha Besar… si ‘Kaka’ sudah berumur 8 minggu jalan ke 9. Sudah ada bakal kepala dan organ lainnya, juga diberitahu sudah ada denyut jantung. Saya terkesima, terharu.. begitu sempurna Allah menciptakannya..

Ya Allah Sehatkan dan Kuatkanlah si ‘Umi’ dan si ‘Kaka’ aaamiiinnn…

Subhanallah .. Berkah Ramadhan 1430 H Kami…

Diawal menunggu dengan tidak sabar sampai akhirnya pasrah, ikhtiar dan berserah diri kepada Allah SWT.

Tanggal 7 September 2009, berarti baru telat beberapa hari dari biasanya.. malam selepas Isya sepulang dari rumah Bapak di LA kami mampir membeli alat tes kehamilan yang ‘limaribuan’. Padahal saya sendiri kurang setuju, kok baru telat itungan hari dengan satu tangan sudah mau di tes, maklum takut kecewa dengan hasil yang didapat.

Sesampai dirumah dengan segera istri ke toilet dan bersibuk ria sendiri (hahahah pikir sendiri aja yah..) sedangkan saya langsung merebahkan diri di pulau kapuk. Tak berapa lama istri tergopoh gopoh menghampiri saya.. “Kok ada dua garis ya?? Tapi gak jelas nih garis yang satunya..??”… Aku mencoba melihat hasil testnya ..”iya.. buram..gak jelas..”.

Aku coba sms temen yang sudah berpengalaman dan dia bilang “Insya Allah Positif…” tapi dia bilang “kalau mau lebih akurat di test pagi hari pas pertama kali ke toilet (maaf yah kalau tidak berkenan…)..” “oooo gitu yah”… pikirku..

Saking tak sabarnya kami keluar rumah lagi untuk membeli alat tes kembali yang satu limaribuan dan yang satu lebih mahal padahal jam sudah menunjuk ke arah angka 10 malam. Yang lebih murah di coba saat itu juga dan hasilnya sama “Dua garis tapi masih buram…” dan yang satunya dicoba esok hari dan ternyata hasilnya juga sama.

Berharap cemas kami ke dokter tak jauh dari rumah dan ternyata setelah di periksa ke dokter kandungan kami (namanya dr. Hartoyo), istri positif  dan diperkirakan sudah berumur 3 minggu. Subhannallah haru campur bahagia rasanya, dibulan penuh berkah diberikan kepercayaan yang tak ternilai harganya.

Hari ini pada Batikholic, Demam Batik ??

Hari ini United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO)  menetapkan batik sebagai warisan budaya milik Indonesia, Jumat (2/10/2009). pengukuhan batik Indonesia oleh UNESCO akan dilakukan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Batikholic Day

Dalam rangka itu pula hari ini tiba-tiba banyak yang demam batik… hmmm demam ???.. mungkin saja salah kata itu… untuk menumbuhkan kecintaan memang harus ada gongnya.. mungkin juga itu cerminan orang kita… di ketok baru bergerak…

Mudah-mudahan ini bukan demam, yang muncul musiman. Kecintaan kepada budaya dan produk asli negara kita sendiri harus terus kita gali dan pelihara dari hal yang kecil dan sederhana saja lah dahulu, misalnya makanan yang setiap hari masuk ke tubuh kita…

Seperti biasanya saya pakai batik setiap hari Jum’at (Jum’at pilihanya Batik atau Koko sih…). Yang saya pakai hari ini adalah Batik tulis yang di belikan istri tercinta saat Inacraft 2009 di JHCC. Kombinasi warna ungu, cokelat dan putih dengan corak persfektif bintang empat dan persfektif bunga, lengan pendek sehingga tidak membuat kita berkeringat saat memakainya.

Nah sudahkah yang masuk ke tubuh kita adalah produk-produk dari negara kita sendiri..Indonesia … ???